Wednesday, December 7, 2016 0 comments

Review: Belanja Online di VIP Plaza

Okee, ini pertama kalinya aku nyobain belanja online di VIP Plaza. Sebelumnya sudah pernah nyoba di Berrybenka, nyoba di Zalora ups belum sempat review sampai sekarang padahal paling sering belanja di sini, sama nyoba di MAPemall untuk e-commerce fashion. 

Nyobainnya kali ini karena ada undangan sweet seventeen dengan dresscode electric blue dari temen gereja. Udah nyoba muter-muter mall nggak dapet (entah karena ukurannya nggak cocok karena kebesaran atau harganya nggak cocok wakakaka). Pilihan dress yang warna biru elektrik juga nggak banyak karena yang lagi banyak warna biru navy.

Waktu nyari di Zalora juga sama, dikit yang warna electric blue dan nggak ada yang cocok. Di Berrybenka lebih banyak sih, tapi model dressnya kurang suka. Akhirnya nemu deh sleveless dress di VIP Plaza yang modelnya aku suka! Warnanya sih agak lebih tua dari electric blue, tapi nggak sampai navy KUKIRA.

Untuk review yang ini nggak foto-foto penampakan paket saat datang, karena paket diterima sama mamaku waktu aku kerja. Jadi pulang-pulang baju udah rapi di-unboxing. Sampai sekarang juga belum nyoba karena males, pokoknya diliat sudah suka sama modelnya, miriplah sama yang di website. 

Cuma yang agak ngecewain warna dress di website lebih terang dari dress yang dateng. Maklum sih ya, soalnya bahan dressnya satin dan kalo difoto sama efek lighting jadi bahannya lebih keliatan kinclong. Dateng-dateng ternyata warnanya lebih ke arah navy daripada biru terang. Jadilah saya mikir ini baju enaknya dikembaliin (retur) atau nekat pakai ga sesuai dress code. Tapi mengingat nggak lama lagi ada undangan lain dan sungkan ngelanggar dress code, jadilah kuputuskan ngga retur dan cari lagi dress lain yang electric blue haha. Jadi yang ini mau dipakai ke undangan lain, toh modelnya juga sudah suka.

Untuk urusan kecepatan barang datang, honestly it's faster than expected. Minggu klik beli dan bayar. Senin dikonfirmasi. Rabu dah dateng. Hmm jadi total waktu pengiriman hanya 2 harian. Jasa pengiriman yang dipakai sama VIP Plaza juga beda sama jasa pengiriman yang paling umum itu, mereka pakai TIKI. 

Awalnya sih habis klik dan bayar sempat bingung cara konfirmasi karena di email link untuk konfirmasinya nggak bisa direct. Sementara batas waktu konfirmasi transfer 1x24 jam. Akhirnya saya email customer service sambil utek2 websitenya, akhirnya nemu juga cara konfirmasi tanpa lewat email (maklum pertama kali beli di sini, sebelumnya cuma cuci mata sekali-sekali, jadi ngga tau menu untuk confirm di mana).

Overall, ini penilaianku:

Good points:
+ Menolong di saat kepepet butuh barang tapi males repot muter nyari (hahaha ini mah semua e-commerce juga gitu)
+ FREE ONGKIR pembelian di atas 100rb, yay!
+ Pengiriman lebih cepat dari perkiraan

Minus point:
- CS libur hari Minggu & hari libur nasional, jadi email dibales Senin padahal aku bingung cara konfirmasinya itu hari Minggu

Sekian! Happy shopping~
Kalau mau dapet cashback buat belaja di VIP Plaza atau e-commerce lain bisa via Shopback :)

Sunday, November 13, 2016 0 comments

Review Kailijumei Flower Lipstick

Sudah dengar tentang flower jelly lipstick? Yup, lipstick yang viral di seluruh dunia ini sering disebut-sebut sebagai “the world’s most beautiful lipstick” karena desainnya yang unik. Kailijumei, brand lipstick ini, adalah brand pertama yang punya ide keren untuk memasukkan bunga ASLI ke dalam lipstick!

Sebelum Kailijumei dijual di Indonesia, aku sudah pernah membaca reviewnya di Bored Panda. Waktu itu aku mikir, astaga lipstik ini pasti mahal banget. Selain itu seandainya rela bayar mahal untuk beli lipstik ini, aku nggak tahu juga mau beli di mana hehe.

Singkat cerita, akhirnya aku tahu kalau sudah banyak online shop yang menjual Kailijumei. Harga yang ditawarkan sangat variatif sampai aku bingung kok range harganya jauh banget ya. Ada yang jual di bawah 100rb, ada juga yang jual sampai 300rb. Bingung deh mana yang asli, mana yang palsu. Mana yang harganya memang wajar, mana yang kemahalan.
Aku sempat ragu juga sama status Kailijumei yang belum ber BPOM, karena bagiku jangan sampai asal beli kosmetik tapi ternyata malah merugikan kesehatan. Demi memastikan si Kailijumei ini aman, aku cari tahu kandungan-kandungan di dalamnya dan googling apakah bahan-bahan itu aman.

Ini dia kandungan-kandungan yang ada di dalam Kailijumei:
Ceresin, Hydrogenated Polyisobutene, Polyethylene, Squalane, Tridecyl Trimellitate, Diisostearyl Malate Malate, Isopropyl Palmitate, PEG-30 Phytosterols, Titanium Dioxide, Cl 15850, Cl 15985, Methylparaben, Fragance.

Satu nama yang sempet bikin aku ragu sama Kailijumei adalah Titanium Dioxide karena kedengarannya serem banget wkwkwk. Hah? Titanium? Logam dalam lipstick?! Gitu pikirku. Tapi setelah mempelajari apa itu Titanium Dioxide dan bagaimana penggunaannya hatiku akhirnya lega. Soalnya ternyata Titanium Dioxide itu artinya mineral oil, dan banyak digunakan dalam produk sunscreen juga. Malah ternyata PONDS White Beauty yang dulu sering kupakai sebelum pindah ke BB Cream juga mengandung Titanium Dioxide.

Setelah itu, puji Tuhan aku dapat kenalan salah satu supplier Kailijumei bersertifikat  sehingga aku yakin barang yang dia jual authentic. Dia juga pernah tinggal di Beijing  Langsung deh aku mborong ke dia hehehe. Gini penampakan Kailijumei yang asli:



 Ada QR Code di sisi box


Warnanya merah tua. Ada kaca di sisinya, jadi memudahkan untuk touch up
 Ada tombol untuk menekan lipstik bisa keluar 
(hati-hati ya, jangan kasar nekannya, ditekan lembut aja bisa keluar kok)

Oh ya ada 3 varian packaging Kailijumei original yang aku tahu. Yang pertama ya yang di atas itu. Yang kedua edisi lama yang warna tubenya bukan merah tua tapi gold. Yang ketiga edisi spesial yang box nya warna hitam. Pokoknya rajin-rajin cari info aja deh sebelum beli, jangan sampai yang palsu dikira asli, yang asli dikira palsu hehe.

Waktu dipakai hasilnya pink banget di bibirku, nggak kayak di foto-foto yang hasilnya pink natural. Pertama kaget sih kok pink banget. Tapi aku ingat kalau salah satu keunikan Kailijumei ini adalah kepekatan warnanya tergantung suhu tubuh. Waktu itu aku juga lagi sakit sehingga suhu tubuhku cukup tinggi & pemakaiannya juga beberapa lapis, mungkin itu yang bikin warnanya pink banget. Besoknya waktu aku coba pakai satu lapis saja warna pinknya natural banget. Jadi silahkan bereksperimen untuk dapatkan warna yang kalian sukai! Haha.


Hasil Kailijumei waktu dipakai. Warna pink bisa berbeda tergantung suhu tubuh.

Kalau dari segi tekstur, Kailijumei ini enak banget di bibir. Melembabkan gitu. Bibir jadi kerasa lembuuut banget setelah pakai & aku jadi ketagihan pingin pakai lagi. Apalagi wanginya enak, kayak wangi permen gitu. Jadi saking sukanya walau nggak ke mana-mana iseng dipakai lagi hehe.

Hasil tampilan awalnya glossy, tapi setelah dipakai agak lama jadi kayak matte. Buat yang suka tampilan matte dari awal, bisa juga setelah dipakai langsung blotting pakai kertas tissue untuk menghilangkan kilapnya. Tenang, warnanya nggak akan hilang kok karena ini pigmented. Ini yang aku suka banget, warnanya nggak cepat hilang. Habis makan, minum, bahkan jilat bibir (yup, aku sengaja ngetes haha) warnanya nggak hilang.

Overall, ini penilaianku!

Love:
+ Desainnya cantik banget. Ada bunga asli di dalam, ada kaca di luar, lengkap!
+ Warnanya aku suka, tahan lama lagi!
+ Teksturnya melembutkan, nggak kayak lipstik yang bikin kering gitu. Buat yang bibirnya pecah-pecah atau kering ini recommended!
+ Wangiii... Kayak permen wkwkwk. Ini yang bikin happy waktu pakai Kailijumei, mencium wanginya yang enak.
+ Harga bersahabat, nggak semahal yang kukira. Kailijumei asli yang kubeli harganya di bawah 200rb kok. Malah karena aku beli ke supplier besar dalam jumlah lumayan, tentu saja dapat harga spesial hehe. Buat kalian yang mau beli yang asli dengan harga bersahabat bisa beli di aku juga karena stok ku masih ada.

Hate:
-  Belum ber BPOM.

Sekian review ku. Kalau kalian tertarik untuk mendapatkan Kailijumei bisa order di aku via LINE: tokbatok / follow IG: kailijumei.ori_sby. Thank you and have a blessed day!
Wednesday, October 5, 2016 3 comments

Review: Belanja Online di MAPemall

Kali ini aku akan menuliskan review dari pengalaman belanja online di MAPemall. Sebelumnya aku sudah pernah menuliskan review belanja online di Berrybenka jika kalian mau baca sebagai pengalaman belanja di e-commerce fashion yang lain. 

Awal perkenalan dengan MAPemall ini nggak sengaja. Aku lagi nyari sepatu yang bisa diajak hujan-hujanan susah senang bersama karena bentar lagi musim hujan. Sepatu yang kupakai ngantor sehari-hari sudah hampir rusak karena sering dicuci, jadi tibalah saat untuk mencari penggantinya. 

Semula aku mau beli di Zalora karena sudah 2x beli sepatu di Zalora cocok banget (next time mau tulis review tentang belanja online di Zalora maybe). Tapi setelah dipikir-pikir aku pingin cari sepatu Crocs supaya kalau dicuci berkali-kali nggak rusak, dan Zalora nggak menjual Crocs.

Akhirnya aku mulai browsing e-commerce mana yang menjual Crocs. Jujur aja aku kurang berani kalau beli online di seller olshop/marketplace karena khawatir tentang keaslian barangnya (Crocs bajakannya banyak sih). 

Finally, aku menemukan Crocs yang kucari di MAPemall. Mulai dari model sepatu, ukuran, warna, hingga harga cocok banget! Kebetulan sekali bisa nemu sepatu idaman dari berbagai sisi yang harganya lagi diskon keras. Bayangin, Crocs yang harga aslinya 799rb di sini bisa dibeli hanya dengan Rp 239rb-an!

Waktu aku baca review di internet tentang pengalaman orang-orang yang belanja di MAPemall ada yang bilang lama, tapi pemesananku diprosesnya cepat banget. Tanggal 30 September aku melakukan pemesanan, tanggal 3 Oktober pesanan dikonfirmasi dan tanggal 5 Oktober barang sudah dikirim. Sayangnya waktu barang dikirim aku nggak di rumah, sehingga akhirnya aku ambil sendiri ke jasa J&T terdekat untuk mengambil & membayar (aku bayar via COD).

Nah ini dia foto-foto unboxing-nya...



Ini kondisi paket saat diterima


Dalamnya terbungkus tas kain MAPemall


Senengnya belanja di sini pasti ori hehe



Di dalam kotak ada ucapan terima kasih + form pengembalian

Untuk barang dengan ketentuan berikut tidak bisa dikembalikan:
  1. MAP Gift Voucher
  2. Lingerie yang termasuk bra, celana dalam, shapewear untuk wanita dan boxer atau shorts untuk pria.
  3. Makanan dan minuman termasuk hamper
  4. Selimut dan bantal
  5. Anting
  6. Produk kecantikan termasuk Kosmetik dan Parfum
  7. Produk atau brand lainnya yang memiliki syarat dan ketentuan khusus dan telah dicantumkan dengan jelas pada bagian deskripsi produk
  8. Semua barang yang apabila segelnya telah rusak atau dikembalikan tidak dengan pembungkus aslinya.
Sekian info tentang berbelanja di MAPemall. Overall, ini penilaianku untuk MAPemall:

Good points:
+ FREE ongkir tanpa minimum pembelian!
+ Praktis
+ Barang pasti ori
+ Pilihan barang-barang berkualitas, beneran seperti belanja di mall (ya iyalah 
   pengelolanya Mitra Adiperkasa wkwkwk)
+ Tampilan web/user interface enak dilihat & elegan (berhubung saya desainer 
    mau nggak mau faktor ini juga diperhatikan hoho)
+ Admin IG @mapyourstyle membalas dengan cepat waktu saya minta resi  

Netral points:
* Kecepatan respon via email cukup baik

Minus points:
- Nomor resi tidak langsung diberikan di email konfirmasi pemesanan/akun 
  MAPemall, sehingga saya harus minta no.resi dulu baru dikirimkan 
____________________________________________________________

*Untuk dapat saldo cashback saat belanja di MAPemall maupun beragam e-commerce lainnya, bisa belanja via ShopBack di sini. Sejak ada ShopBack aku belanja via ShopBack untuk dapat cashback & info promo.

Thank you for reading & happy shopping!

Sunday, June 19, 2016 0 comments

Being Lonely in a Relationship

Is it possible to feel lonely when you are in a relationship? Many people think that if they are in a relationship they'll feel loved, and sometimes people rush into a relationship just because they don't want to be lonely. 

I'm someone who never had a relationship before and this is my first relationship. Thankfully, before I enter this relationship with Ko Kevin I had a clear enough perspective about relationship... so I'm not very surprised at the fact that sometimes I still feel lonely even when I'm in a relationship.

The common mistakes to made is to ask more from our partner as the 'solution' to complete our need to be loved. I almost made that mistake too. These days I don't feel loved by him, even my mind clearly knows it. He cares for me, but still I don't feel loved anymore. (By the way at this moment when I'm typing, he's sending me a message and asking what do I do in a friendly tone. Oops, I'm caught! Haha)

Yes, that's a proof that sometimes it's not true that our partner doesn't care about us anymore. Just because we feel like that doesn't mean it's true. The reason why the lonely feeling comes even when you are loved enough is our hunger for deep intimacy can't be satisfied only with a relationship with a lover or even with family and friends. 

We are not made just to love each other. I realize once I understand the greatest love ever from my Creator, I'll longing for His love again and it can't be replaced with anyone's love. I won't expect my partner to love me exactly the same way my Creator love me even I know he tried. He tried his best and no wonder if he fails, he's still a human after all.

The thing is I need to back to my first love. Yes, He is my first love and He never forsaken me, His name is Jesus and I'm not ashamed of Him. People might think I'm crazy or what to call a religion as "love" but for me it's not me the one who's blinded. I'd rather to blinded by His love than blinded by the lies that His sacrifice is only a part of religion. Who will die in a cross for the sake of religion? What He did is in the name of love and that's why I choose to see His sacrifice as a love strike... and I need to love Him back.
Saturday, April 30, 2016 0 comments

Belanja Online di Berrybenka

Perkenalan pertamaku dengan belanja online melalui website e-commerce adalah dengan Berrybenka. Awalnya, gara-gara ada acara gala dinner sebelum malam wisuda, maka mulailah aku mencari berbagai keperluan untuk gala dinner mulai dari make up hingga kalung sebagai aksesoris. Kenapa harus kalung yang kucari? Hehe, berhubung dana mepet maka pakai dress lama ditambah dengan kalung supaya kesannya jadi beda.

Awalnya sih... aku nggak kepikiran belanja online karena selama ini belanja online pol-polan cuma via online shop di Facebook atau BBM. Tapi, berhubung lagi iseng bolehlah cari referensi kalung via online. Sebelum mampir ke Berrybenka, aku nyarinya di website e-commerce lainnya. Sudah ada model-model yang aku suka tapi ternyata harganya mahal, jadi nggak kepikiran buat beli beneran hehe.

Akhirnya aku mampir Berrybenka dan nggak sengaja nemu kalung yang modelnya mirip dengan website satunya, tapi harganya lebih murah! Beli deh... hehehe.

Kesanku belanja di Berrybenka sih kaget juga dengan pelayanannya. Barang pesananku sampai dengan box yang cantik dan dengan kartu ucapan terima kasih beserta form retur. Waktu itu Berrybenka juga lagi ada promo gratis ongkir sehingga pesananku nggak dikenakan ongkir.

Sejak puas belanja pertama, sempet keterusan juga belanja online beberapa  kali di Berrybenka. Mulai dari beli syal buat Mama, beli legging buat dipakai ngantor, dan beli blouse buat ngantor juga. Tipsku sih kalo mau belanja di Berrybenka atau e-commerce sejenis, carinya di section sale dulu jadi bisa dapet barang murah tapi berkualitas :p
Monday, April 18, 2016 0 comments

Kenapa Makan Saya Banyak

Gimme food please

Berikut adalah daftar alibi alasan kenapa makan saya banyak

1. Hormon
Salahkan hormon! Itu adalah salah satu jurus rahasia yang kukeluarkan belakangan ini. Saat ada teman bilang, "Tok, makanmu kok banyak ya?" atau "Hari ini Batok makannya banyak" tinggal dengan kalem njawab: "Hormon mungkin." 
Kenapa hormon yang salah? karena selama ini hormon sudah banyak dipersalahkan untuk ketidakstabilan emosi seorang cewek, jadi sekalian saja kalau ada apa-apa yang salah limpahkan kesalahan pada hormon #sesat

2. Masa Pertumbuhan
Masa pertumbuhanku seharusnya sudah berakhir (huweee), tapi tidak ada salahnya sok imut berlagak masih dalam masa pertumbuhan toh mumpung tinggi badan cukup memadai untuk melontarkan alasan ini huehehe. Namun sayangnya alasan ini seringkali ditangkis dengan kalimat, "Tumbuh itu ke atas, bukan ke samping." Okay, I get it. Thanks to remind me.

3. Kesibukan
Dulu, alkisah pada jaman dulu... Waktu pacarku belum jadi pacarku *halah*, waktu dia tau makanku banyak pernah komen gini, "Gpp Lyd, makan banyak bagus untuk cadangan energi. Terutama bagi yg padat aktivitas, kyk km.. Wkwkwkwk..." quote koko Kevin Oeyono pada 4 November 2012. 
Nah, sekarang saya kan sibuk. Kerja itu aktivitas, ngerjain job di luar pekerjaan utama itu aktivitas, ikut kegiatan ini itu adalah aktivitas. Kesimpulannya aku padat aktivitas dan perlu cadangan energi yang buanyaaakkk.

4. ...belum nemu alasan lagi
Begitulah, intinya saya belum jago-jago amat bikin alasan kenapa saya harus makan banyak (karena memang tidak harus hehe). Sebenernya satu-satunya alasan jujur dari lubuk hati terdalam itu sederhana dan cuma satu kata: kepingin. Iya, kepingin. Itulah sebabnya kenapa sebenernya perlu mengontrol keinginan kita, karena nggak semua yang kita pingin itu bagus buat kita apalagi kalo berlebihan. Sekarang sih makanku nggak banyak-banyak amat (kalo kataku) tapi masih banyak kalo dibandingkan porsi makan cewek normal hehehe. Ya intinya nggak mau makan berlebihan tapi nggak mau makan kekurangan juga, yang pas-pas aja buat tubuh biar sehat. 

"Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna.  Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun."
1 Korintus 6:12

Friday, April 15, 2016 0 comments

Ketika Kesendirian Terasa Mahal

Kesendirian bisa terasa mahal, ketika kita mulai terlalu sibuk dengan banyak hal. Terlalu sibuk untuk pekerjaan, terlalu sibuk untuk orang lain, sehingga kita melupakan diri sendiri. Itulah yang kurasakan belakangan ini. Dulu aku selalu menganggap hal yang penting selama kita menjalani hidup itu produktivitas. Semakin sibuk dan semakin banyak hal yang bisa dikerjakan dan dicapai, semakin bermakna hidup ini. Namun, belakangan ini ketika aku mulai mencurahkan terlalu banyak waktu untuk hal-hal lain kecuali waktu berduaan dengan diriku sendiri, mulailah aku memahami esensi 'me time'.

Bagiku sendiri, kesibukanku berputar cukup seimbang antara hal-hal yang bersifat tugas dan hal-hal yang bersifat hubungan. Aku adalah seorang web designer di sebuah perusahaan IT yang sedang berkembang. Seperti halnya karyawan kantoran lainnya, aku punya jam kantor yang pasti; yaitu jam 08.30 ke jam 17.30. Di luar jam kantor, aku masih menerima job desain baik yang bersifat volunteer (tidak berbayar) maupun yang mendapat fee. Namun, aku tentu saja tidak memanfaatkan jam kantorku untuk mengerjakan desainku sehingga sepulang kantor pun aku masih punya deadline yang wajib kuselesaikan. 

Selain itu, aku juga terlibat pelayanan di gereja lokal tempat aku berjemaat dan bertumbuh. Pelayanan yang kujalani adalah sebagai pemimpin kelompok kecil; yang cukup menguras pikiran, tenaga, dan waktu. Aku tidak bermaksud mengeluh karena di luar semua hal yang harus kuusahakan untuk kelompok kecilku, aku tahu apa yang kuberikan tidak seberapa dibandingkan yang telah Tuhan lakukan untukku melalui gereja lokal dan keluarga rohaniku di sana (kehidupanku sebelumnya tidak sebaik sekarang dan aku bisa berubah berkat Tuhan dan keluarga rohaniku)

Tentu saja aku juga punya keluarga dan teman-teman, hubungan yang harus kupelihara dengan baik dengan mereka juga memerlukan waktu untuk mereka. Sebenarnya, di area ini aku merasa aku masih kurang 'hadir' untuk mereka karena mereka semua beranggapan aku selalu terlalu sibuk. Namun secara keseluruhan hubungan kami baik-baik dan mereka bisa mengerti kesibukanku walau kadang-kadang aku masih menerima sindiran hehe.

Kemudian, aku juga punya hubungan spesial dengan seseorang alias pacaran. Menyebutnya pacar terasa seperti degradasi karena bagiku hubungan kami bukan sekedar pacaran, bukan sekedar bersama karena saling suka atau menghabiskan waktu bersenang-senang bersama. Tentu saja kedua faktor tersebut ada dalam hubungan kami, tapi yang lebih penting bagiku adalah komitmen di antara kami, yaitu kami sama-sama mau 'pacaran' ini adalah yang pertama dan terakhir. Aku bersyukur punya 'pacar' yang baik, pengertian, dan setia sehingga walaupun aku sibuk dia bisa mengerti dan aku merasa secure bahwa dia tidak akan selingkuh hanya karena aku sibuk haha. 

Nah dari sekian banyak kesibukan tersebut, ada satu lagi yang menempati urutan prioritas yaitu hubunganku dengan Tuhan. Oke, apakah ini kedengaran fanatik atau munafik? I don't care, karena bagiku Tuhan itu nyata dan harus ditempatkan di atas segalanya. Bukan karena aku orang suci maka aku suka berTuhan, justru karena aku ini orang yang punya banyak kelemahan maka jika berjalan tanpa Tuhan aku pasti jatuh. Namun motivasi utamaku dalam menjaga hubungan dengan Tuhan di waktu-waktu pribadiku bukan itu saja, karena bagiku Tuhan itu pribadi yang nyata dan Dia memiliki perasaan maka aku perlu menjaga perasaanNya juga dalam hubunganku denganNya. Sederhananya, hubungan mana sih yang kuat jika muncul hanya ketika butuh? Aku nggak mau setor muka ke Tuhan hanya ketika minta ampun akan dosaku atau minta sesuatu yang kubutuhkan, tapi aku mau dekat dengan Dia. 

Begitulah kira-kira caraku menghabiskan hidup belakangan ini haha. Praktis waktu untuk bersama diriku sendiri, tanpa hadirnya kesibukan terasa sangat mahal. Bukan berarti aku malas bekerja, malas pelayanan, malas bersama teman keluarga dan pacar...apalagi malas bersama Tuhan (amit-amit, jangan sampai)... but deep down in my heart, sometimes I just want to sit alone under the quiet night sky, reading a book or just thinking about my life. That's my kind of me time (nggak mahal, kan? memang saya ini orangnya low maintenance haha). And you know what, ketika sendiri seperti itu pun justru sebenarnya aku nggak akan kesepian, karena sebenarnya ketika aku bisa push aside EVERYTHING, it's only One I can't push aside... my God. 

How I miss those times when I don't have anything or anyone and I thought I'm alone, GOD was there for me all the times. Sometimes it's okay being alone, so you can understand that you are NEVER really alone... 
 
;