Thursday, August 28, 2014 0 comments

Friendship and Dissapointment

Yesterday I was being a little sensitive with things.
I felt hurt just because of small things my friend did, even he didn't mean to hurt me in that ways.
I need a friend to share and he seems to 'busy' for me. I'm a busy person too, but when I think something is precious enough for me, I'm trying to make time and let the other party knows clearly my efforts to make time (and the reasons why I can't make time if I really can't make it).

Honestly, I know he's trying to make time for me. I don't say he's effortless. Maybe I'm being sensitive and felt hurt because we have different style for making time. I need a clear appointment ("Let's go to that exhibition together next Friday at 6 P.M" thing) to make time with others, and I think my friend is go-with-the-flow style ("If we have time, let's go to somewhere" thing). I think if someone is serious with his appointment with me, he should plan it clearly with me or it just won't happen (yeah, because I'm busy and sometimes it's so hard to making time with the go-with-the-flow style)

Some people might think I'm too much to felt hurt just because of such things. But I'm a kind of person who really expects a lot when it comes about making time (no wonder my love language is quality time :D)

In the end of the night, we didn't really talked a lot about things I want to share. But I didn't regret anything, coz as always, there are things to learn from daily small thing :)
Here it is:

1. Even your best friend can't understand you 100% that's why we need to communicate.
When we expect our best friend should understand us 100%, we give much room to disappointment happens. Even best friend  is just a human. He can't read your mind. He can't understand your heart 100% if you don't say it clearly. That's why we need communicate things clearly and don't let misunderstandings keep happen.

2. Even your best friend can't understand you 100% that's why the Best Friend ever is our Creator.
We human has a need to be understood. But no human will understand us 100%. No parents, no children, no best friend, no spouse, no boyfriend, will understand us the way God understand us. Why He understand us? He understand us because He made us Himself. He knows the depth of our hearts and our struggles before we say it. To say it clearly, last night I realize that my BEST FRIEND is Holy Spirit, the Great Comforter all the times. When I share with Him, I don't even need to say things clearly, because some things are too deep to words to be spoken.
"Likewise the Spirit helps us in our weakness. For we do not know what to pray for as we ought, but the Spirit himself intercedes for us with groanings too deep for words.(Romans 8:26 ESV)"

After that praying in Spirit moment, I felt understood and loved in the way I want to be understood and loved. There's a song that's so true for moments like that:

"There is none like You
No one else can touch my heart like You do
I could search for all eternity long
And find there's none like You"

I'm thankful to have Jesus as my BEST FRIEND
Thursday, August 14, 2014 0 comments

To Love Without Pretending

"Unshared love is just a waste" - (?)

Entah di mana pernah dengar quote di atas dan waktu itu langsung menjadi quote favoritku, tapi hari-hari ini kebenarannya semakin terasa. Kadang-kadang (sering, sih) ada saatnya sulit sekali menunjukkan kasih justru ke orang-orang yang paling dekat dengan kita atau yang paling kita kasihi. Mungkin sudah terlalu terbiasa sehingga ada rasa awkward untuk menunjukkan perhatian dalam bentuk yang lebih jelas.

Tapi saat ini aku mau belajar untuk menaruh kasih di atas gengsi dan menunjukkan perhatian ke orang-orang yang kukasihi lebih lagi. Kita bahkan mungkin tidak yakin bahwa kasih yang kita tunjukkan akan berbalas ke kita. Ada saatnya kita memberikan banyak waktu dan pikiran untuk mengasihi orang lain dan orang itu sepertinya sama sekali tidak tersentuh dengan apa yang sudah kita berikan.

"Jika cinta tidak tahu bagaimana cara memberi dan menerima tanpa syarat, maka itu bukanlah cinta tetapi transaksi." - (?)

Ketika kita mengasihi yang terpenting bukan lagi diri kita sendiri, tapi orang yang kita kasihi. Mungkin selama ini aku lebih sering memikirkan diriku sendiri, karena itu sulit sekali menunjukkan kepedulian dengan tulus, karena takut dianggap aneh. Tapi satu hal yang kusadari akhir-akhir ini, aku tidak mau orang-orang yang berharga dalam hidupku tidak pernah tahu bahwa mereka spesial. 


Wednesday, August 13, 2014 0 comments

My Thoughts About Future

Di usia 21 tahun ini entah kenapa aku lebih banyak berpikir untuk hal-hal yang masih jauh ke depan. Mungkin terlalu cepat, mungkin juga tidak, untuk memikirkan tentang karir dan rencana masa depan secara serius, termasuk bahwa suatu hari nanti (mungkin) aku akan menikah dan membangun keluarga O__o

- MY DREAM -

Sejak kecil aku selalu ingin menjadi seorang komikus. Guru-guruku sejak dulu pun mendukung kesukaanku menggambar, bahkan salah satu guru menggambarku pernah berkata, "Indonesia butuh komikus seperti kamu."

Gambarku waktu SMP


Tentu saja aku sangat tersanjung dan di masa SMP menerima pujian sebesar itu bukanlah beban. Aku sangat percaya dengan setiap pujian yang diberikan oleh orang-orang sekelilingku, bahwa aku memiliki bakat menggambar dan suatu hari aku PASTI akan menjadi komikus.

Memasuki masa-masa kuliah, tiba-tiba mataku terbuka berhadapan dengan kenyataan yang pahit ._.

Tiba-tiba seolah tersadar bahwa bakat menggambar yang selalu dipuji oleh lingkunganku dulu tidak seberapa dibanding dengan teman-teman kuliahku di jurusan DKV. Selama masa kuliah, aku juga jarang menggambar karena tiba-tiba menggambar sepertinya tidak semenyenangkan di masa sekolah.

Jujur saja, gambarku di masa sekolah (ternyata baru kusadari) tidak proporsional secara anatomi, tetapi aku sangat senang saat menggambar. Saat SMP aku sering membuat komik di tengah-tengah pelajaran, sehingga guruku marah dan mau melihatnya (rasanya sangat mengerikan O__o) dan kepala sekolahku juga menegurku karena aku tidak menghargai beliau yang sedang mengajar (memang salah kok, tapi waktu itu aku belum mengerti arti menghargai orang lain)

Waktu SMA aku pernah kena panggilan orang tua gara-gara menggambar di kelas dan sibuk stalking artis Korea waktu pelajaran, nggak bisa jawab pertanyaan lagi (xD). Guru yang sedang mengajar waktu itu menegur dengan keras dan berkata kalau lebih baik aku masuk sekolah khusus menggambar saja daripada masuk sekolah umum tapi seperti itu.

Nah, kembali ke masa sekarang. Sebenarnya keinginan menjadi komikus sudah tidak sebesar dulu. Sekarang aku justru ingin menjadi penulis buku cerita anak-anak sekaligus ilustratornya. Mungkin ini impian yang terlalu sombong mengingat kemampuan gambarku yang sekarang? Nggak juga, at least I'm a realistic dreamer. Impian yang besar harus diimbangi dengan plan dan ukuran yang jelas, kalau nggak selamanya akan jadi mimpi. Aku sih sadar banget kalau gambarku sekarang jauh dari standar menjadi ilustrator. Makanya untuk saat ini aku mau belajar menggambar lebih lagi, hal terdekat yang bisa kulakukan.

Aku nggak mau peduli lagi walau dibilang gambarku nggak proporsional. Dulu aku nyaris percaya bahwa kalau gambarku tidak proporsional maka aku nggak ada harapan dalam bidang menggambar. Sampai suatu hari seorang kakak kelas bilang dia suka gambarku, lebih daripada yang lain. Iya, dia SUKA gambarku. Itu benar-benar menyentakkan aku. Hei, ngapain aku berhenti menggambar hanya karena dibilang gambarku nggak proporsional? Ada orang yang suka gambarku dan itu memberikan semangat baru kepadaku.

- LOVE LIFE -

Nah ini juga tiba-tiba jadi terpikir belakangan ini xD
Dulu sih aku nggak terlalu mikirin ini karena sibuk dengan banyak hal. Intinya hidupku sangat fine dan kayaknya belum kepingin aja mikirin soal ini. Ya ada sih orang yang spesial tapi kayaknya beda jalan ^__^  (ada hal yang sangat penting di hidupku yang susah kutukarkan dengan apa pun juga sih :D)

Kenapa di atas tadi aku masih bilang "(mungkin)" untuk urusan satu ini?
Soalnya bagiku mending sendiri daripada sama orang yang nggak tepat O__o
Mungkin terdengar ekstrim sih, tapi if I do marry I'll marry only if it is with the right person (dan aku nggak minat pacaran kalo nggak ada arahnya ke mana, hahaha) 

Soal yang satu ini kupingku sudah kebal dibilang ini itu sama orang :3

Ada yang bilang aku sok idealis.
Bagiku sendiri standar itu wajib. Ya wajar dong kalau untuk hal sepenting ini (seumur hidup dan nggak bisa diretur atau tukar tambah xD) menetapkan standar. Standarku juga nggak muluk-muluk tapi secara jujur sangat sedikit orang yang punya kualitas-kualitas ini, karena standarku lebih ke arah karakter dan inside seseorang.

Ada yang bilang aku jual mahal.
Ya masa jual murah -.-
Emang baju obralan?

Ada yang bilang aku berekspektasi terlalu tinggi.
Kalo ini sih ada benarnya juga sih. Soalnya kembali ke standar, hahaha. Tapi setidaknya aku cukup fair untuk memakai standar yang kutetapkan ke orang lain ke atas kepalaku sendiri. Jadi, intinya aku percaya ketika kita menjadi orang yang terbaik, Tuhan akan berikan yang terbaik juga. Makanya berlaku dua sisi, aku harus mencapai standar tersebut bukan hanya menuntut standar tersebut.

___


Well, aku sendiri masih nggak tahu nanti masa depanku pastinya seperti apa. Aku punya impian, punya rencana, tapi manusia berencana seperti apa pun percayalah kalau kehendak Tuhan yang jadi.
Banyak orang yang ingin memegang masa depannya di tangannya sendiri, bertindak seperti yang dia mau dan rencanakan. Iya, bisa tercapai, tapi apakah itu sebenarnya rencana yang terbaik yang bisa terjadi dalam hidupnya? Jangan-jangan di akhir pencapaian tersebut, pencapaian tersebut tidak menuju ke mana-mana dan tidak memiliki tujuan apa-apa?



I only want to live at the center of God's perfect will! How about you? :)



Wednesday, August 6, 2014 0 comments

Pain and Maturity

These days I learned from my pain

Pain makes me understand people's feeling

Especially it makes me understand someone's feeling

I won't take someone's feeling easy anymore, (i hope) NEVER

I'll learn how to cherish someone's sincerity

Yes, it's easy to make a promise that I will learn from my pain

It's not a guarantee that I will perfectly understand someone's feeling and cherish it

However, what can I do is trying to

That's the first lesson

The second one is, I found the truth in this bible verse:

 "The LORD is close to the brokenhearted and saves those who are crushed in spirit"

(Psalms 34:18)

When your heart is in pain, you talk to God in a different way

Your cry talks more than your words

It's surprising when all of sudden I felt His presence and love in my room

All I thought that time is, "I would like to have a heartbreak if it makes me closer to God."

I came with miserable heart and I have a relieved heart after prayer time

Not only relieved, but happy!

Why am I happy? Because I feel Him

Because I feel how real He is in my life



Some people said they pray so they can have peace

Hey, don't think prayer as just a way to have peace

Prayer is not that cheap

It is more than just a psychology effect

I pray not to have peace

I pray to the God who is listening

I believe in Himself, that He is real and listening to prayers

I don't think God is an unknown god

-who might be there, might be not

-might be listening, might be not

I am absolutely believe that God is exist, He's listening to prayers, and He's so real in my life

That's enough for me

What is this pain?

It's absolutely nothing compared to His presence in my life

Like I have said, I would like to have a heartbreak if it brings me closer to God

***

A little detail story:

Honestly, these days I thought about a chance that I might lose someone precious is in my life

I never appreciate him enough when he is near

All I have ever said to him was "sorry"

"Thank you" sometimes, but I never told him how I appreciate him for always being there for me

It makes me miserable these days

But now it won't make me miserable anymore

I will let my heart be still, knowing the One who love me the most will give the best for my future
 
;