Friday, April 15, 2016

Ketika Kesendirian Terasa Mahal

Kesendirian bisa terasa mahal, ketika kita mulai terlalu sibuk dengan banyak hal. Terlalu sibuk untuk pekerjaan, terlalu sibuk untuk orang lain, sehingga kita melupakan diri sendiri. Itulah yang kurasakan belakangan ini. Dulu aku selalu menganggap hal yang penting selama kita menjalani hidup itu produktivitas. Semakin sibuk dan semakin banyak hal yang bisa dikerjakan dan dicapai, semakin bermakna hidup ini. Namun, belakangan ini ketika aku mulai mencurahkan terlalu banyak waktu untuk hal-hal lain kecuali waktu berduaan dengan diriku sendiri, mulailah aku memahami esensi 'me time'.

Bagiku sendiri, kesibukanku berputar cukup seimbang antara hal-hal yang bersifat tugas dan hal-hal yang bersifat hubungan. Aku adalah seorang web designer di sebuah perusahaan IT yang sedang berkembang. Seperti halnya karyawan kantoran lainnya, aku punya jam kantor yang pasti; yaitu jam 08.30 ke jam 17.30. Di luar jam kantor, aku masih menerima job desain baik yang bersifat volunteer (tidak berbayar) maupun yang mendapat fee. Namun, aku tentu saja tidak memanfaatkan jam kantorku untuk mengerjakan desainku sehingga sepulang kantor pun aku masih punya deadline yang wajib kuselesaikan. 

Selain itu, aku juga terlibat pelayanan di gereja lokal tempat aku berjemaat dan bertumbuh. Pelayanan yang kujalani adalah sebagai pemimpin kelompok kecil; yang cukup menguras pikiran, tenaga, dan waktu. Aku tidak bermaksud mengeluh karena di luar semua hal yang harus kuusahakan untuk kelompok kecilku, aku tahu apa yang kuberikan tidak seberapa dibandingkan yang telah Tuhan lakukan untukku melalui gereja lokal dan keluarga rohaniku di sana (kehidupanku sebelumnya tidak sebaik sekarang dan aku bisa berubah berkat Tuhan dan keluarga rohaniku)

Tentu saja aku juga punya keluarga dan teman-teman, hubungan yang harus kupelihara dengan baik dengan mereka juga memerlukan waktu untuk mereka. Sebenarnya, di area ini aku merasa aku masih kurang 'hadir' untuk mereka karena mereka semua beranggapan aku selalu terlalu sibuk. Namun secara keseluruhan hubungan kami baik-baik dan mereka bisa mengerti kesibukanku walau kadang-kadang aku masih menerima sindiran hehe.

Kemudian, aku juga punya hubungan spesial dengan seseorang alias pacaran. Menyebutnya pacar terasa seperti degradasi karena bagiku hubungan kami bukan sekedar pacaran, bukan sekedar bersama karena saling suka atau menghabiskan waktu bersenang-senang bersama. Tentu saja kedua faktor tersebut ada dalam hubungan kami, tapi yang lebih penting bagiku adalah komitmen di antara kami, yaitu kami sama-sama mau 'pacaran' ini adalah yang pertama dan terakhir. Aku bersyukur punya 'pacar' yang baik, pengertian, dan setia sehingga walaupun aku sibuk dia bisa mengerti dan aku merasa secure bahwa dia tidak akan selingkuh hanya karena aku sibuk haha. 

Nah dari sekian banyak kesibukan tersebut, ada satu lagi yang menempati urutan prioritas yaitu hubunganku dengan Tuhan. Oke, apakah ini kedengaran fanatik atau munafik? I don't care, karena bagiku Tuhan itu nyata dan harus ditempatkan di atas segalanya. Bukan karena aku orang suci maka aku suka berTuhan, justru karena aku ini orang yang punya banyak kelemahan maka jika berjalan tanpa Tuhan aku pasti jatuh. Namun motivasi utamaku dalam menjaga hubungan dengan Tuhan di waktu-waktu pribadiku bukan itu saja, karena bagiku Tuhan itu pribadi yang nyata dan Dia memiliki perasaan maka aku perlu menjaga perasaanNya juga dalam hubunganku denganNya. Sederhananya, hubungan mana sih yang kuat jika muncul hanya ketika butuh? Aku nggak mau setor muka ke Tuhan hanya ketika minta ampun akan dosaku atau minta sesuatu yang kubutuhkan, tapi aku mau dekat dengan Dia. 

Begitulah kira-kira caraku menghabiskan hidup belakangan ini haha. Praktis waktu untuk bersama diriku sendiri, tanpa hadirnya kesibukan terasa sangat mahal. Bukan berarti aku malas bekerja, malas pelayanan, malas bersama teman keluarga dan pacar...apalagi malas bersama Tuhan (amit-amit, jangan sampai)... but deep down in my heart, sometimes I just want to sit alone under the quiet night sky, reading a book or just thinking about my life. That's my kind of me time (nggak mahal, kan? memang saya ini orangnya low maintenance haha). And you know what, ketika sendiri seperti itu pun justru sebenarnya aku nggak akan kesepian, karena sebenarnya ketika aku bisa push aside EVERYTHING, it's only One I can't push aside... my God. 

How I miss those times when I don't have anything or anyone and I thought I'm alone, GOD was there for me all the times. Sometimes it's okay being alone, so you can understand that you are NEVER really alone... 

0 comments:

Post a Comment

 
;